Selasa, 06 Mei 2014


Timun Mas dan Raksasa
Alkisah ada sebuah rumah kecil di pinggir hutan rimba hiduplah seorang perempuan bernama Mbok Dhadap yang berusia paruh baya yang hidup sebatangkara tanpa teman dan saudara. Mbok Dhadap sangat mendambakan kehadiran seorang anak untuk menemaninya. Setiap hari ia berdoa agar mendapatkan seorang anak untuk menemaninya.
Suatu hari ketika sedang mencari kayu di hutan, Mbok Dhadap bertemu dengan raksasa penguasa hutan rimba tersebut yang gemar memakan manusia.Raksasa itu mendekati Mbok Dhadap. Ia menawarkan kesempatan agar Mbok Dhadap membesarkan seorang bayi, sebab sang Raksasa tahu seberapa besar keinginan Mbok Dhadap menimang anak. Akan tetapi, di usia 15 tahun nanti, Raksasa akan meminta kembali anak tersebut untuk dijadikan mangsanya sendiri. Raksasa tersebut hanya malas membesarkan anak yang ia temui secara tak sengaja itu.
Mbok Dhadap hanya terdiam, hatinya sebenarnya gembira mendapat tawaran itu, akan tetapi apa gunanya kalau Raksasa itu mengambil anak itu kelak? Namun akhirnya Mbok Dhadap bersedia jua menerima tawaran tersebut. Raksasa itu menyerahkan seorang bayi perempuan yang mungil, cantik, dan berkulit bersih. Mbok Dhadap memberi nama bayi perempuan itu Timun Mas, karena kulitnya yang bersih dan segar seperti timun dan berkilau laksana emas. Mbok Dhadap sangat menyayangi Timun Mas, dirawatnya anak itu dengan penuh kasih dan cinta. Ketika tumbuh besar, Timun Mas memanggil Mbok Dhadap dengan sebutan Biyung yang berarti Ibu.
Tanpa terasa 15 tahun sudah berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi sosok gadis yang anggun dan rupawan. Menjelang waktu yang telah dijanjikan, Mbok Dhadap merasa sedih dan bingung lalu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menyelamatkan Timun Mas. Hingga suatu ketika doanya dijawab lewat mimpi. Dalam mimpinya, Mbok Dhadap diminta memberikan tiga jenis barang untuk dibawa Timun Mas ketika dikejar Raksasa jahat itu yaitu biji mentimun, jarum dan sepotong terasi. Mbok Dhadap segera menyiapkan ketiga barang tersebut untuk diberikan kepada Timun Mas. Akhirnya dengan rasa sedih yang amat sangat, Mbok Dhadap menceritakan permasalahan itu kepada Timun Mas; semua cerita tentang masa lalu gadis itu, tak lupa cerita tentang Raksasa. Timun Mas pun merasa bersedih karena artinya ia harus meninggalkan biyungnya sendiri. Ia tak sampai hati meninggalkan orang yang telah merawatnya dari kecil hingga dewasa tersebut.
Raksasa pun datang, siap untuk menarik paksa Timun Mas.Ibunya segera memerintahkan Timun Mas untuk pergi dari rumah sambil membawa bekal yang ia siapkan. Ibunya juga berpesan 3 hal: sebarkan biji mentimunmana kala raksasa itu mendekat, lalu jika ia mendekat lagi, lemparkan jarum kepada Raksasa itu dan jika ia masih mendekat lagi lemparkan terasi. Raksasa itu segera berlari mengejar   Timun Mas. Di tengah kebingungan dan rasa takutnya, Timun Mas ingat pesan biyungnya untuk menyebarkan biji timun pertama kali manakala raksasa itu mendekat.Ajaib, seketika itu juga, biji timun itu berubah menjadi hutan mentimun yang dengan buah yang ranum dan segar sehingga membuatRaksasa seperti terhipnotis untuk menikmati buah mentimun itu tanpa mengingat lagi bahwa ia sedang mengejar Timun Mas.
Setelah sekian lama Raksasa memakan buah mentimun itu, ia tersadar dari pengaruh hipnotis buah mentimun itu.Raksasa itu dengan marah segera berlari mengejar Timun Mas lagi.Karena Raksasa itu kian mendekat, Timun Mas segera melemparkan jarum itu kepada Raksasa itu. Benar-benar ajaib, jarum yang dilempar itu seketika berubah menjadi hutan bambu yang lebat dan penuh duri, sehingga menyulitkan Raksasa itu untuk mengejar Timun Mas.
Tak berselang lama, Raksasa itu telah berhasil mendekati Timun Mas Kembali. Melihat itu semua, Timun Mas sudah pasrah dan putus asa dan yakin bahwa Raksasa itu akan berhasil menangkapnya.Di sela-sela keputusasaannya itu, Timun Mas segera melemparkan sepotong terasi itu kepada raksasa itu. Benarbenar ajaib, sepotong terasi yang ia lemparkan berubah menjadi sebuah lautan lumpur hisap yang dalam, sehingga raksasa itu terperosok ke dalamnya dan matilah raksasa jahat itu ditelan lautan lumpur tersebut.
Timun Mas berhenti berlari, menghela nafas panjang. Rasa lega, letih, dan bahagia menyelimuti hatinya. Tak henti-hentinya Timun Mas bersyukur karena doa dan harapannya dikabulkan Tuhan, Timun Mas yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan setiap doa mahluknya apabila berdoa dengan tulus dan kesungguhan mati dan berusaha dengan keyakinan penuh. Tanpa menunggu lama Timun Mas memutuskan   kembali ke rumah Mbok Dhadap dan akhirnya mereka berdua hidup bahagia dalam nuansa kasih sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar